top of page

Kangguru Tanah (Dorcopsis)

  • Writer: Leonardo Numberi
    Leonardo Numberi
  • Sep 29, 2024
  • 3 min read

Dorcopsis adalah salah satu satwa yang menarik di Papua. Meski namanya mungkin tidak setenar kangguru Australia, Dorcopsis termasuk dalam keluarga yang sama, yaitu marsupial. Namun, ukurannya lebih kecil, dan habitatnya jauh lebih tersembunyi di hutan-hutan tropis Papua yang lebat. Keberadaan Dorcopsis, yang dikenal juga sebagai kangguru tanah Papua, menambah keanekaragaman fauna di wilayah ini dan memiliki peran penting dalam ekosistem lokal.

Seekor Dorcopsis (kanguru tanah) tampak di atas tanah, menunjukkan postur tubuhnya yang pendek dan ekor panjang. Bulu abu-abu gelap yang khas terlihat pada punggungnya, dengan bagian perut yang lebih terang. Kanguru ini adalah spesies yang endemik di kawasan hutan Papua dan sekitarnya.
Dorcopsis | Sumber: zooinstitutes.com

Salah satu hal menarik tentang Dorcopsis adalah habitatnya yang terletak di daerah pegunungan dan hutan dataran rendah Papua. Hewan ini biasanya aktif di malam hari, atau yang disebut nokturnal, dan lebih suka tinggal di area dengan tutupan hutan yang rapat, tempat mereka bisa mencari makanan dan berlindung dari predator. Berbeda dengan kangguru Australia yang suka padang terbuka, Dorcopsis lebih suka hutan lebat yang lembap. Ini membuat mereka lebih sulit untuk diamati dan dipelajari oleh para ilmuwan, karena mereka sangat mahir bersembunyi di balik semak-semak.


Dari segi penampilan, Dorcopsis memiliki tubuh yang relatif kecil dibandingkan dengan jenis kangguru lain. Tubuhnya agak gemuk dengan bulu yang tebal, berwarna coklat keabu-abuan yang berfungsi sebagai kamuflase di dalam hutan. Ekor mereka panjang, yang membantu dalam keseimbangan saat melompat atau berjalan. Tidak seperti kangguru besar yang biasanya melompat jauh, Dorcopsis lebih suka melakukan lompatan kecil dan gerak pentapedal di antara pepohonan dan akar-akarnya. Gerakannya yang lebih halus dan lambat ini juga sesuai dengan karakteristik hutan tempat mereka tinggal, di mana medan sering kali tidak memungkinkan untuk lompatan jauh seperti di padang pasir Australia.


Makanan utama Dorcopsis terdiri dari daun, rumput, dan buah-buahan yang jatuh dari pohon. Mereka memiliki kemampuan untuk mencerna serat tanaman dengan baik, seperti banyak herbivora lainnya. Namun, dalam beberapa penelitian, ditemukan bahwa mereka juga memakan jamur dan bahan organik lainnya yang tersedia di hutan. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki diet yang cukup fleksibel, tergantung pada ketersediaan makanan di lingkungan sekitarnya. Fleksibilitas ini menjadi salah satu kunci kelangsungan hidup mereka di habitat yang bervariasi dan sering kali berubah akibat kondisi cuaca atau aktivitas manusia.


Berbicara tentang aktivitas manusia, salah satu ancaman terbesar bagi keberadaan Dorcopsis adalah deforestasi. Pembukaan lahan untuk pertanian, penebangan kayu, serta pembangunan infrastruktur di Papua telah mempersempit wilayah hutan yang menjadi habitat alami mereka. Meski Papua masih memiliki banyak area hutan yang belum tersentuh, tekanan pembangunan semakin meningkat, dan ini mengancam keberadaan satwa-satwa seperti Dorcopsis. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa populasi Dorcopsis di beberapa wilayah mulai menurun akibat hilangnya habitat mereka. Hal ini sangat mengkhawatirkan, mengingat betapa sedikitnya yang kita ketahui tentang ekologi dan perilaku spesies ini di alam liar.


Selain itu, perburuan liar juga menjadi ancaman serius bagi Dorcopsis. Di beberapa daerah, masyarakat lokal masih berburu Dorcopsis untuk diambil dagingnya. Meski berburu secara tradisional telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Papua, peningkatan permintaan pasar untuk daging satwa liar dapat menyebabkan tekanan yang lebih besar pada populasi Dorcopsis. Oleh karena itu, sangat penting untuk menemukan keseimbangan antara kebutuhan masyarakat lokal dan konservasi satwa liar ini. Salah satu solusinya adalah melalui pendekatan konservasi yang melibatkan masyarakat lokal dalam pelestarian hutan dan satwa seperti Dorcopsis. Dengan memberikan pemahaman dan keuntungan langsung dari konservasi, diharapkan masyarakat dapat ikut serta dalam menjaga habitat Dorcopsis dan satwa lainnya.


Penelitian lebih lanjut tentang Dorcopsis juga diperlukan untuk memahami bagaimana mereka beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Informasi tentang perilaku, pola makan, dan interaksi mereka dengan ekosistem sekitar masih sangat minim. Para ilmuwan harus bekerja keras untuk mengumpulkan data ini sebelum populasi mereka semakin berkurang. Dengan pemahaman yang lebih baik, langkah-langkah konservasi yang tepat dapat diambil untuk memastikan keberlangsungan hidup Dorcopsis di masa depan.


Kesimpulan

Dorcopsis adalah salah satu spesies yang kurang dikenal namun memiliki peran penting dalam ekosistem hutan Papua. Dengan ancaman deforestasi dan perburuan yang semakin meningkat, konservasi Dorcopsis menjadi hal yang sangat mendesak. Melibatkan masyarakat lokal dan melakukan penelitian lebih lanjut akan menjadi kunci dalam melindungi satwa unik ini. Sebagai bagian dari keanekaragaman hayati Papua, Dorcopsis layak mendapatkan perhatian lebih, baik dari kalangan ilmuwan maupun masyarakat luas. Dengan begitu, kita bisa menjaga kelangsungan hidup spesies ini untuk generasi mendatang.


Sumber

Manegold, A., 2016. Rediscovery of the complete type series of the White-striped Forest Wallaby Dorcopsis hageni Heller, 1897 in the collections of the State Museum of Natural History Karlsruhe. Vertebrate Zoology, 66, pp.217-219.


Van Deusen, H.M., 1957. A new species of wallaby (genus Dorcopsis) from Goodenough Island, Papua. American Museum novitates; no. 1826.


Vernes, K. and Lebel, T., 2011. Truffle consumption by New Guinea forest wallabies. fungal ecology, 4(4), pp.270-276.

Comments


TENTANG KAMI

Kami berkomitmen untuk melestarikan keanekaragaman hayati Papua dan melindungi hak-hak masyarakat adat yang hidup di wilayah tersebut. Kami berusaha menjaga keberlangsungan alam dan budaya lokal untuk generasi mendatang melalui edukasi dan kolaborasi.

Daftar untuk notifikasi postingan

logo bersih.png
bottom of page